Demi Citra, PKS Gelar Munas di Ritz-Carlton
|
|
1 comment
Ats Tsaqofah - Tak pernah berhenti membuat kontroversi, di saat salah satu kader dan anggota fraksinya di DPR tersandung masalah L/C fiktif dan ditahan oleh Mabes Polri, PKS malah membuat sensasi. Pada tanggal 16-20 Juni yang akan datang, partai yang bermotto "bersih, peduli dan profesional" ini akan menggelar Munas Ke-2 untuk memilih ketua yang baru. Tak tanggung-tanggung, tempat yang akan dipakai adalah hotel kaliber internasional, Hotel Ritz- Carlton Jakarta.
Pemilihan tempat di hotel super mewah itu dimaksudkan untuk meningkatkan citra partai. "Kita ingin meningkatkan citra partai," kata Sekretaris Panitia Munas, Yudi Widiana Adia, seperti dimuat oleh detik.com, kamis (29/4).
Dana yang dikucurkan untuk menggelar acara ini memang tidak sedikit. Diakui Yudi, PKS mengeluarkan dana miliaran rupiah untuk menyukseskan acara ini. "Dana ini dibebankan kepada anggota PKS yang menjadi anggota DPR dan DPRD," tambahnya.
Alasan PKS memilih Ritz-Carlton ini karena ball room di hotel tersebut mencukupi bagi 2.700 peserta yang akan mengikuti munas. Selain itu, akan digelar bazaar PKS di Auto Mall, serta kegiatan lainnya di sekitar arena.
Dana yang dikucurkan untuk menggelar acara ini memang tidak sedikit. Diakui Yudi, PKS mengeluarkan dana miliaran rupiah untuk menyukseskan acara ini. "Dana ini dibebankan kepada anggota PKS yang menjadi anggota DPR dan DPRD," tambahnya.
Alasan PKS memilih Ritz-Carlton ini karena ball room di hotel tersebut mencukupi bagi 2.700 peserta yang akan mengikuti munas. Selain itu, akan digelar bazaar PKS di Auto Mall, serta kegiatan lainnya di sekitar arena.
Pernyataan Yudi dibenarkan oleh mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring. Menurut Tifatul, pemilihan tempat di hotel Ritz-Carlton, Kawasan Sudirman Jakarta adalah hal yang biasa. Tempat itu dipilih justru karena lebih murah.
"Itu murah meriah. Ritz-Carlton habis bom kemarin (17 Juli 2009) paling murah," kata Tifatul.
Menkominfo ini juga menjelaskan bahwa acara ini dibiayai anggota DPR/DPRD asal PKS. "Itu duitnya urunan. Mereka ingin hadir semua dalam munas, jadi kita sounding mereka agar menanggung sendiri biaya," bebernya.
Menurutnya, tidak semua peserta munas yang berjumlah 2.700 orang menginap di hotel bintang lima itu.
Gaya hidup mewah para petinggi PKS ini tentu berkebalikan dengan para kadernya yang di lapisan bawah. Seorang ketua DPRa (tingkat ranting) di salah satu kelurahan padat penduduk di kawasan Jakarta Barat misalnya, ia hanya tinggal di rumah berukuran 4x8 meter. Itu pun harus dihuni oleh seluruh anggota keluarga besarnya yang berjumlah sekitar 8 orang. Sehari-harinya ketua ranting itu hanya berjualan pulsa. Bahkan di akhir tahun 2009 yang lalu, sebagian rumah ludes terbakar.
Masih di ranting yang sama, banyak kader PKS yang bekerja di perusahaan konveksi milik Cina. Penghasilan mereka per minggu hanya sekitar Rp. 250 ribu. Ada juga yang jadi loper koran. Belum lagi ribuan kader mereka yang di luar daerah dengan nasib yang sama, atau bahkan lebih parah.
Namun demikian, seolah tak peduli dengan semua itu demi citra partai PKS akan mencatatkan dirinya sebagai partai yang pertama kali menggunakan Hotel Ritz-Carlton sebagai tempat munas. Mengalahkan semua partai di negeri ini.
Sumber : suara-islam.com
"Itu murah meriah. Ritz-Carlton habis bom kemarin (17 Juli 2009) paling murah," kata Tifatul.
Menkominfo ini juga menjelaskan bahwa acara ini dibiayai anggota DPR/DPRD asal PKS. "Itu duitnya urunan. Mereka ingin hadir semua dalam munas, jadi kita sounding mereka agar menanggung sendiri biaya," bebernya.
Menurutnya, tidak semua peserta munas yang berjumlah 2.700 orang menginap di hotel bintang lima itu.
Gaya hidup mewah para petinggi PKS ini tentu berkebalikan dengan para kadernya yang di lapisan bawah. Seorang ketua DPRa (tingkat ranting) di salah satu kelurahan padat penduduk di kawasan Jakarta Barat misalnya, ia hanya tinggal di rumah berukuran 4x8 meter. Itu pun harus dihuni oleh seluruh anggota keluarga besarnya yang berjumlah sekitar 8 orang. Sehari-harinya ketua ranting itu hanya berjualan pulsa. Bahkan di akhir tahun 2009 yang lalu, sebagian rumah ludes terbakar.
Masih di ranting yang sama, banyak kader PKS yang bekerja di perusahaan konveksi milik Cina. Penghasilan mereka per minggu hanya sekitar Rp. 250 ribu. Ada juga yang jadi loper koran. Belum lagi ribuan kader mereka yang di luar daerah dengan nasib yang sama, atau bahkan lebih parah.
Namun demikian, seolah tak peduli dengan semua itu demi citra partai PKS akan mencatatkan dirinya sebagai partai yang pertama kali menggunakan Hotel Ritz-Carlton sebagai tempat munas. Mengalahkan semua partai di negeri ini.
Sumber : suara-islam.com
Filed Under:
Berita Dalam Negeri
Anda dapat turut serta menampilkan artikel anda dalam blog ini dengan mengirimkan email ke :
ats.tsaqofah@gmail.com
ats-tsaqofah@telkom.net
Sertakan pula identitas yang jelas. Terimakasih telah mengunjungi ats-tsaqofah.blogspot.com

.jpg)




Ingatlah wahai para wakil rakyat.. anda dipilih untuk melayani rakyat, anda digaji oleh rakyat, sekarang lihatlah rakyat .. sebagian dari mereka hidup dibawah garis kemiskinan. Tidak malukah kalian ?