Obama Diminta Hentikan "Program Pembunuhan" Tersangka Teroris
|
|
0 comments
Ats Tsaqofah - Organisasi hak sipil di AS, American Civil Liberties Union (ACLU) mengirimkan surat berisi pernyataan keras mereka pada Presiden Barack Obama. ACLU meminta Obama untuk menghentikan program-yang memberi kewenangan untuk membunuh para tersangka teroris, di luar zona perang.
ACLU menyampaikan pesan itu pada Obama menyusul laporan media massa tentang program yang diduga telah dijalankan pemerintah AS. Setidaknya ada satu warga negara AS yang diduga sebagai teroris yang menjadi target "program pembunuhan" tersebut. Warga negara AS itu disinyalir Anwar Al-Awlaki, seorang da'i di AS keturunan Yaman. Al-Awlaki diyakini sekarang bersembunyi di Yaman dan perlindungan Al-Qaida Yaman setelah pemerintah AS mengejarnya.
ACLU dalam suratnya pada Obama mengatakan bahwa "program pembunuhan" itu melanggar hukum dan konstitusi AS serta memicu preseden berbahaya yang mendorong pemerintahan negara lain untuk membunuh orang di wilayah negara AS.
"Program yang menurut Anda sudah disahkah itu memberi gambaran tentang penggunaan kekuatan yang mematikan bukan hanya di medan perang Irak, Afghanistan atau bahkan di wilayah-wilayah perbatasan Pakistan, tapi bisa dimana saja di dunia ini, termasuk pada individu yang kemungkinan besar bukan target (pembunuhan) secara hukum," kata Direktur Eksekutif ACLU Anthony Romero dalam suratnya pada Obama.
Ia menegaskan, "Dunia ini bukan zona perang dan taktir perang yang boleh digunakan di medan pertempuran di Afghanistan dan Iran tidak boleh digunakan di semua tempat di dunia yang kebetulan menjadi tempat orang yang dicurigai sebagai teroris."
Surat ACLU untuk Obama bersamaan dengan keputusan sub komite Senat AS bidang hubungan luar negeri, yang menyatakan akan menyelidiki dasar hukum kebijakan pemerintah AS membunuh orang-orang yang sudah menjadi target. Sementara laporan-laporan media massa menyebutkan bahwa penggunaan "target pembunuhan" yang dilakukan pemerintah AS meningkat secara signifikan dalam beberapa bulan belakangan ini.
Bulan Februari lalu, Direktur National Intelligence Dennis Blair mengatakan bahwa pemerintah AS kemungkinan akan menjadikan warga negaranya sendiri di luar negeri sebagai target pembunuhan, jika orang bersangkutan diyakini punya hubungan dengan kelompok teroris. Yang berhak melakukan pembunuhan itu adalah aparat anti-terorisme AS setelah mendapat "izin khusus" dari atasan mereka.
Sumber : eramuslim.com
Filed Under:
Berita Internasional
Anda dapat turut serta menampilkan artikel anda dalam blog ini dengan mengirimkan email ke :
ats.tsaqofah@gmail.com
ats-tsaqofah@telkom.net
Sertakan pula identitas yang jelas. Terimakasih telah mengunjungi ats-tsaqofah.blogspot.com

.jpg)




0 comments
Trackback URL | Comments RSS Feed