• Berita Dunia

  • Berita Dalam Negeri

  • Seputar Khilafah

  • Tahukah Anda

  • Hikmah dan Kisah

  • Muslimah

  • Pendidikan Anak

Pentagon: Taliban Semakin Kuat Dan Rumit

Ats Tsaqofah - Sebuah laporan Pentagon yang dirilis pada hari Rabu waktu setempat mengungkapkan perkiraan baru mengenai gerakan Taliban di Afghanistan. Laporan itu menyebutkan bahwa kemampuan Taliban semakin berkembang dan operasi yang dilakukan gerakan tersebut semakin rumit, meski pasukan AS telah melakukan serangan besar-besaran di jantung pertahanan kelompok tersebut. 

Laporan tersebut, yang diminta oleh Kongres AS, menggambarkan gerakan perlawanan yang mengakar dalam dan memiliki jangkauan yang luas, mereka mampu menghadapi serangan berulang-ulang AS dan menyebarkan kembali pengaruhnya, sembari tetap mendiskreditkan dan menggoyahkan pemerintahan Afghanistan yang didukung Barat.

Namun, Pentagon mengatakan bahwa pihaknya tetap optimistis bahwa strateginya, yang disusun berdasarkan tinjauan pemerintahan Obama tahun lalu, dan upayanya untuk menyingkirkan prajurit lapangan dari Taliban akan berhasil dalam beberapa bulan ke depan.

Penilaian tersebut muncul setelah serangan yang dipimpin AS di provinsi Helmand dan penangkapan sejumlah tokoh pemimpin senior Taliban, perkembangan yang dianggap Pentagon sebagai pendorong momentum di belakang pasukan sekutu dalam perang yang telah hampir berlangsung selama 9 tahun tersebut. Keberhasilan itu didukung oleh anggapan bahwa keputusan Presiden Obama untuk mengirimkan 30.000 orang pasukan AS tambahan ke Afghanistan telah mulai menunjukkan hasil positif.

Fase berikutnya dari strategi AS diperkirakan akan terjadi pada minggu-minggu yang akan datang, kala pasukan AS dan Afghanistan meningkatkan operasi militer di sekitar kota Kandahar, ibu kota spiritual gerakan Taliban.

Laporan baru tersebut menawarkan sudut pandang suram dari kesulitan untuk mempertahankan keamanan, khususnya di Afghanistan selatan, yang masyarakat luasnya mendukung Taliban. Kesimpulannya mengungkapkan prospek bahwa gerakan perlawanan di selatan mungkin tidak akan pernah padam, namun harus dikendalikan agar tidak mengancam pemerintahan Presiden Hamid Karzai.

Laporan tersebut menyimpulkan bahwa dukungan masyarakat Afghanistan terhadap Taliban di 92 dari 121 distrik yang ada merupakan wilayah kunci bagi AS untuk menghadirkan stabilitas di negara tersebut. Dukungan populer untuk pemerintahan Karzai cukup kuat di 29 distrik sisanya, demikian disimpulkan laporan tersebut.

Operasi militer yang dipimpin oleh AS “mencapai keberhasilan dalam menyingkirkan pemberontak dari markas mereka, khususnya di pusat Helmand,” tulis laporan tersebut. Namun, laporan tersebut menambahkan: “Taktik pemberontak untuk menyusup ke wilayah-wilayah yang telah dibersihkan dan melakukan eksekusi memainkan peranan dalam mempengaruhi masyarakat setempat agar tidak memihak kepada pemerintah Afghanistan, yang meningkatkan upaya memperbaiki pemerintahan setempat.”

Laporan tersebut sepakat dengan penemuan awal komandan AS, Jenderal Stanley A. McChrystal, dan lainnya bahwa kekerasan di Afghanistan mulai berkurang pada bulan-bulan pertama tahun 2010. Akan tetapi, Pentagon juga mencatat bahwa gerakan perlawanan Afghanistan menganggap tahun 2009, tahun pertama Obama memerintah, sebagai tahun yang paling sukses bagi mereka karena mereka mampu meningkatkan kekerasan.

Laporan yang dirilis hari Rabu waktu AS tersebut memeriksa periode waktu antara bulan Oktober tahun lalu dan akhir Maret lalu. Laporan itu merupakan yag pertama sejak pemerintah Obama menerapkan strategi baru.

Seorang pejabat senior Departemen Pertahanan yang memberikan briefing pada para wartawan terkait laporan itu mengatakan bahwa kekerasan yang meningkat tahun lalu sebagian dikarenakan penambahan jumlah pasukan AS.

“Menurut penilaian kami, tingkat kekerasan meningkat karena kami memiliki lebih banyak pasukan yang menghadapi Taliban di wilayah yang lebih banyak,” kata pejabat yang menolak menyebutkan namanya.

Ia mengakui bahwa hasil itu lebih pesimistis dibandingkan penilaian sebelumnya. “Ini adalah sebuah laporan yang serius dan realistis,” katanya.

Saat ini, ada 87.000 orang prajurit AS di Afghanistan,jumlah yang diperkirakan meningkat menjadi 98.000 pada akhir Agustus mendatang.

Para pejabat militer memperkirakan Taliban akan mencoba dan meningkatkan penggunaan bom pinggir jalan untuk meningkatkan jumlah korban NATO pada tahun 2010. Menyusul pengumuman serbuan pasukan AS, par apemimpin gerakan perlawanan menggeser strategi dari serangan langsung menjadi bom pinggir jalan dan serangan tidak langsung lainnya.

Gerakan perlawanan mendapatkan akses mudah terhadap para petarung, persenjataan sederhana dan bahan peledak untuk bom pinggir jalan, tulis laporan tersebut. Hal itu membuat gerakan perlawanan mampu menangkal operasi militer.

“Suplai yang cukup untuk mendapatkan tenaga rekrutan didapatkan dari populasi masyarakat yang frustrasi, para pemberontak mengeksploitasi kemiskinan, ketegangan suku, dan jeleknya cara menjalankan pemerintahan untuk menumbuhkan pengaruh mereka,” kata laporan tersebut.

Laporan itu juga mencatat bahwa taktik gerakan perlawanan semakin canggih dan mereka juga semakin mampu mencapai dampak strategis dengan serangan yang berhasil.

Pada saat bersamaan, pemerintah bayangan Afghanistan (Taliban), yang bisa juga termasuk pengadilan dan layanan sosial dasar, semakin menguat, memperlemah otoritas pemerintah Afghanistan, tulis laporan tersebut.

Para pemimpin Taliban juga memperlemah kredibilitas pemerintah Afghanistan dengan mengemukakan skandal korupsi – sebagian besar di antaranya akurat – terhadap para pejabat lokal dan regional, tulis laporan tersebut. Operasi informasi dan kampanye media menjadi kekuatan tersendiri, kata laporan itu.

Para pejabat pemerintahan Obama merasa marah dengan inefisiensi dan korupsi pemerintahan Karzai selama berbulan-bulan. Hubungan semakin memburuk khususnya setelah tuduhan kecurangan yang mengemuka pada pemilihan presiden bulan Agustus tahun lalu.

Brigadir Jenderal Larry Nicholson, komandan Marinir dalam operasi Marjah, mengatakan bahwa dirinya akan memberikan nilai A minus atau B plus kepada sejumlah unit pasukan Afghanistan. Tapi, beberapa unit lainnya, khususnya yang beranggotakan para prajurit yang baru menjalani pelatihan dasar, kinerjanya jauh lebih buruk.

Sumber : suaramedia.com




Bookmark and Share

Filed Under:

Anda dapat turut serta menampilkan artikel anda dalam blog ini dengan mengirimkan email ke :

ats.tsaqofah@gmail.com
ats-tsaqofah@telkom.net

Sertakan pula identitas yang jelas. Terimakasih telah mengunjungi ats-tsaqofah.blogspot.com


Leave a Reply