AS Batalkan Bantuan Militer Untuk Kamboja Karena Deportasi Uighur
|
|
0 comments
Ats Tsaqofah - Setelah dikecam dunia internasional karena pendeportasian 20 orang Muslim Uighur ke China pada Desember tahun lalu, kini Kamboja mulai menuai embargo atas keputusannya tersebut, salah satunya adalah dilakukan oleh Amerika Serikat.
Amerika Serikat pada Kamis (1/4) lalu menghentikan pengapalan truk-truk militer ke Kamboja sebagai hukuman karena negara itu telah mengirim sejumlah pencari suaka Uighur kembali ke China sebagai tantangan terhadap permintaan internasional.
Amerika Serikat pada Kamis (1/4) lalu menghentikan pengapalan truk-truk militer ke Kamboja sebagai hukuman karena negara itu telah mengirim sejumlah pencari suaka Uighur kembali ke China sebagai tantangan terhadap permintaan internasional.
Kamboja pada Desember memulangkan 20 orang Uighur, kelompok minoritas Muslim yang tinggal di China barat, meskipun mereka telah minta status pengungsi PBB dan mengatakan mereka akan menghadapi penyiksaan jika dipulangkan.
AS, yang telah memperingatkan terhadap pendeportasian tersebut, menyatakan negara itu telah membatalkan pengiriman 200 truk dan trailer berdasar program yang mana AS akan memberikan kelebihan pasokan militer milik mereka ke negara lain.
"Mereka gagal untuk memperhatikan tidak hanya permintaan kami agar mereka memperbesar kewajiban internasional mereka, namun juga kewajiban khusus yang mereka miliki sebagai sebuah negara," kata juru bicara Deplu AS Philip Crowley pada wartawan.
"Kami telah mengatakan akan ada konsekuensi atas hal itu, dan ini adalah langkah ke arah tersebut," tegasnya.
"Ini sesuatu yang saya kira penting untuk Kamboja," katanya mengenai truk-truk itu.
Meskipun demikian, bantuan yang akan diberikan Amerika kemungkinan lebih kecil dibandingkan dengan bantuan yang diberikan oleh China sebagai bonus pendeportasian 20 orang Uighur tersebut.
"Kami telah mengatakan akan ada konsekuensi atas hal itu, dan ini adalah langkah ke arah tersebut," tegasnya.
"Ini sesuatu yang saya kira penting untuk Kamboja," katanya mengenai truk-truk itu.
Meskipun demikian, bantuan yang akan diberikan Amerika kemungkinan lebih kecil dibandingkan dengan bantuan yang diberikan oleh China sebagai bonus pendeportasian 20 orang Uighur tersebut.
China, yang telah mengadakan tekanan hebat pada Kamboja untuk menyerahkan orang-orang Uighur itu, telah menandatangani satu miliar dolar bantuan beberapa hari setelah pendeportasian orang-orang Uighur itu, meskipun Beijing membantah ada hubungan antara keduanya.
Deplu AS dalam laporan hak asasi manusia tahunan terakhirnya mengatakan bahwa China telah meningkatkan penindasan budaya dan politik terhadap masyarakat Muslim Uighur di wilayah Xinjiang di China barat.
Bentrokan antara orang-orang Muslim Uighur dan kelompok etnik mayoritas Han China di Xinjiang, Juli, telah menyebabkan hampir 200 orang tewas dan 1.600 orang terluka, menurut laporan korban resmi.
Deplu AS dalam laporan hak asasi manusia tahunan terakhirnya mengatakan bahwa China telah meningkatkan penindasan budaya dan politik terhadap masyarakat Muslim Uighur di wilayah Xinjiang di China barat.
Bentrokan antara orang-orang Muslim Uighur dan kelompok etnik mayoritas Han China di Xinjiang, Juli, telah menyebabkan hampir 200 orang tewas dan 1.600 orang terluka, menurut laporan korban resmi.
Filed Under:
Berita Internasional
Anda dapat turut serta menampilkan artikel anda dalam blog ini dengan mengirimkan email ke :
ats.tsaqofah@gmail.com
ats-tsaqofah@telkom.net
Sertakan pula identitas yang jelas. Terimakasih telah mengunjungi ats-tsaqofah.blogspot.com

0 comments
Trackback URL | Comments RSS Feed