• Berita Dunia

  • Berita Dalam Negeri

  • Seputar Khilafah

  • Tahukah Anda

  • Hikmah dan Kisah

  • Muslimah

  • Pendidikan Anak

Bom Mobil Guncang Tiga Kedubes Asing di Baghdad Tengah

Ats Tsaqofah - Tiga ledakan bom yang terjadi berturut-turut mengguncang Baghdad Tengah, menewaskan 42 orang dan melukai 224 orang lainnya. Aparat keamanan Irak mengatakan, bom yang meledak adalah bom mobil dan sasaran serangan bom tersebut adalah kantor misi diplomatik negara asing karena bom-bom itu meledak di dekat kantor kedutaanbesar Iran, Jerman dan Mesir.

Juru bicara militer Irak, Mayor Jenderal Qassim Al-Moussawi mengatakan, dua bom mobil meledak di distrik Mansour dan bom mobil ketiga meledak di dekat kedutaan besar Iran di distrik Salhiya. Di kedutaan besar Mesir, ledakan bom menyebabkan lubang di jalan sedalam tiga meter. Menurut Al-Moussawi, di kedutaan besar Mesir dan Iran, pelakunya meledakkan diri dengan cara menabrakkan mobil yang berisi bahan peledak ke tembok beton.


Namun Duta Besar Iran untuk Irak, Hasan Kazemi Qomi menyatakan, belum jelas apakah kedutaan besarnya memang menjadi target serangan bom itu. "Ledakan terjadi di depan pintu gerbang kedutaan, yang menjadi korban adalah para pengunjung dan polisi Irak. Beberapa bagian gedung kedutaan mengalami kerusakan, tapi tidak ada pegawai di dalam kedutaan yang menjadi korban," kata Qomi.

Asap tebal membubung di langit kota Baghdad beberapa saat setelah ledakan. Sejumlah helikopter terbang di atas kota dan terdengar beberapa kali suara tembakan di jalan-jalan. Aparat keamanan Irak mengklaim berhasil menggagalkan serangan serupa ke dua kantor diplomatik lainnya yang juga menjadi target serangan. Mereka menghentikan mobil yang mencurigakan dan menjinakkan bom yang ternyata terdapat dalam mobil tersebut.

Serangan bom mobil di dekat kantor kedutaan besar asing di Baghdad diduga terkait dengan insiden serangan ke desa Albusaifi di selatan Baghdad beberapa hari sebelumnya, yang menewaskan 25 warga sipil tewas. Beberapa korban tewas adalah pasukan keamanan Irak dan anggota Dewan Kebangkitan atau Salwa, sebuah organisasi beranggota para pejuang Sunni yang berafiiasi pada pasukan AS di Irak untuk melawan kelompok Al-Qaida di Negeri 1001 Malam itu.

Serangan tiga bom mobil dalam waktu hampir bersamaan memicu kekhawatiran situasi keamanan di kota Baghdad yang relatif dijaga ketat oleh aparat keamanan Irak dan pasukan koalisi asing, akan kembali memburuk dan memicu ketidakstabilan politik. Apalagi baru sepekan kemarin Irak menggelar pemilu parlemen yang dimenangkan oleh koalisi kelompok sekuler di Irak pimpinan mantan perdana menteri Irak, Iyad Allawi, dengan kemenangan tipis.

"Para teroris memanfaatkan situasi ketidakpastian politik antara pasca pemilu dan proses pembentukan pemerintahan. Mereka ingin mengganggu proses politik itu," kata pejabat kantor pertahanan sipil Irak, Abdul Rasoul Al-Zaidi.

Beberapa jam sebelum serangan bom beruntun, kawasan Zona Hijau di Baghdad, dimana terdapat kompleks gedung pemerintahan dan kantor perwakilan asing, dihujani oleh serangan mortir. Sementara di kota Mosul, serangan bom mobil menewaskan tiga orang dan melukai 25 orang, tujuh diantaranya aparat kepolisian Irak.




Bookmark and Share

Filed Under:

Anda dapat turut serta menampilkan artikel anda dalam blog ini dengan mengirimkan email ke :

ats.tsaqofah@gmail.com
ats-tsaqofah@telkom.net

Sertakan pula identitas yang jelas. Terimakasih telah mengunjungi ats-tsaqofah.blogspot.com


Leave a Reply