Untuk Mencegah Pengeboman Pengaman Polisi Dianggap Warga New York Berlebihan
|
|
0 comments
Ats Tsaqofah - Banyak orang di New York yang bertanya-tanya apakah kehadiran polisi sambil menenteng senapan mesin di terowongan kereta bawah tanah di kota tersebut benar-benar merupakan respon yang diperlukan untuk mencegah pengeboman kereta bawah tanah seperti yang terjadi di Moskow hari Senin.
"Saya pikir itu konyol," kata Torey Deprisest, seorang turis dari Ohio, mengatakan kepada New York Post. "Serangan itu terjadi di negara yang berbeda dan tidak ada hubungannya dengan Amerika. Saya akan gugup melihat polisi dengan senapan mesin di kereta.. Ini akan membuat orang takut ketika mereka merasa itu tidak perlu."
"Saya pikir itu konyol," kata Torey Deprisest, seorang turis dari Ohio, mengatakan kepada New York Post. "Serangan itu terjadi di negara yang berbeda dan tidak ada hubungannya dengan Amerika. Saya akan gugup melihat polisi dengan senapan mesin di kereta.. Ini akan membuat orang takut ketika mereka merasa itu tidak perlu."
Seorang warga Queens, bernama Holly Celentang menggambarkan respon polisi Amerika terlalu berlebihan.
"Ada perayaan Paskah pekan ini, dan anda memiliki keluarga dengan anak-anak yang menggunakan kereta bawah tanah, dan saya yakin polisi dengan senapan mesin akan menakut-nakuti mereka," katanya. "Saya merasa seharusnya ada sedikit proses berpikir sebelum mereka melakukan ini."
"Pada saat orang-orang mendengar berita ledakan kembar kemarin yang menewaskan puluhan, NYPD (polisi New York) segera membanjiri kereta api bawah tanah kota dengan polisi ekstra," laporan New York Daily News. "Petugas dengan anjing mengendus mobil, kereta api untuk mencari bom, dan polisi memasang meja dekat pintu masuk stasiun untuk melakukan pemeriksaan tas secara acak."
Wakil Komisaris NYPD Paul Browne mengatakan kepada Daily News bahwa tindakan kepolisiannya tersebut "hanya untuk berjaga-jaga," dan "tidak ada indikasi bahwa pengeboman Moskow berkaitan dengan apa yang direncanakan terhadap sistem kereta bawah tanah New York City."
Pihak berwenang Rusia langsung menyalahkan pengeboman kembar di Moskow - yang menelan korban 39 orang pada hari Senin pagi - kepada kelompok "Janda Hitam," sebuah kelompok yang terdiri dari istri, anak dan saudari orang-orang Chechenya yang terbunuh di tangan tentara Rusia selama perang Chechnya. Namun, amir Imarah Islam Kaukasus akhirnya memberikan pernyataan bahwa pengeboman di kereta bawah tanah tersebut adalah perintahnya, sebagai balasan atas perlakuan biadab tentara Rusia yang membunuhi warga sipil Chechnya.
Filed Under:
Berita Internasional
Anda dapat turut serta menampilkan artikel anda dalam blog ini dengan mengirimkan email ke :
ats.tsaqofah@gmail.com
ats-tsaqofah@telkom.net
Sertakan pula identitas yang jelas. Terimakasih telah mengunjungi ats-tsaqofah.blogspot.com

0 comments
Trackback URL | Comments RSS Feed