• Berita Dunia

  • Berita Dalam Negeri

  • Seputar Khilafah

  • Tahukah Anda

  • Hikmah dan Kisah

  • Muslimah

  • Pendidikan Anak

Sikap Dan Pernyataan Abbas Cermin Kehendak Amerika

Rusia Today (RT) mengutip dari salah satu radio entitas Yahudi yang melaporkan bahwa pada tanggal 1 Maret lalu Presiden Otoritas, Mahmud Abbas menolak permintaan untuk mendiskusikan masalah rekonsiliasi Palestina, dan menolak ajakan Hamas agar penandatanganannya dilakukan di bawah payung bangsa Arab selama berlangsungnya KTT. Ia menegaskan bahwa Mesir adalah negara yang paling peduli dan layak untuk penyelesaian masalah ini.
Sebelumnya, Abbas pernah menyatakan bahwa Raja Abdullah bin Abdul Aziz mendukung langkah-langkah Otoritas untuk tidak menjual Mesir, dan tidak melakukan penandatanganan rekonsiliasi di tempat selain Mesir. Di antara perkataan Raja Abdullah yang disampaikan kepada Abbas, “Aku bersama Anda, jangan sampai melepaskan Mesir dan menjualnya, sebab itu tindakan yang tidak bermoral,” seperti yang dikatakan kantor berita Ma’an.
**** **** ****
Tidak mengherankan, jika Presiden Otoritas Ramallah menguatkan bahwa broker Amerika di Timur Tengah adalah Negara Mesir, yaitu negara yang paling peduli dan layak untuk penyelesaian masalah “rekonsiliasi” antara dua pihak yang berperkara.
Tidaklah mengherankan juga, jika KTT Arab, 27 Maret mendatang tidak menjadi awal pembicaraan yang tepat untuk sebuah “rekonsiliasi” antara dua bagian Otoritas Palestina di Ramallah dan Gaza.
Rekonsiliasi atas dasar dokumen Mesir “Amerika” akan memaksa dilakukannya pemilihan untuk menghasilkan kelompok politik baru di kedua belah pihak yang akan menerima penyelesaian konflik internal sesuai solusi Amerika Serikat dengan membentuk “negara Palestina” yang kecil dan lemah di atas secuil tanah Palestina, yang berdampingan dengan negara Yahudi yang menguasai sebagian besar tanah Palestina. Sehingga Palestina-mulai dari darat hingga lautnya yang diklaim telah dibebaskan-akan menjadi santapan lezat bagi Yahudi. Sebab, itu hanya berdirinya negara Palestina yang lemah dan tidak berdaya. Dengan kata lain, ini merupakan bentuk pengakuan adanya entitas Yahudi di atas tanah Palestina. Sementara untuk menjinakkan masalah ini memang membutuhkan banyak waktu.
Namun tampaknya, bahwa waktunya belum datang juga meski telah dilakukan berbagai cara, pendistribusian jabatan, serta dilakukan pemilihan di antara kedua belah pihak yang bersengketa. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika Abbas menolak undangan Libya untuk menghadiri KTT yang juga dihadiri Meshaal, karena apa yang dilakukan Abbas harus sejalan dengan kehendak Amerika.
Termasuk juga kondisi keamanan yang dirasakan begitu nyaman dan aman oleh entitas Yahudi di Palestina. Sementara dengan itu, Amerika dapat mencurahkan lebih banyak dokumen (file) terpanas dari pada sebuah dokumen isu di Timur Tengah, yaitu di Afghanistan dan Irak, serta krisis ekonomi dan keuangan.
Dengan demikian, ucapan selamat yang disampaikan Amerika kepada Presiden Otoritas, para penguasa negara, dan KTT Arab, dimana Amerika tidak berkepentingan dengan semua itu kecuali ia berusaha untuk menjadikannya pelayan yang tunduk pada badai politiknya, atau melaksanakan perintah-perintahnya. Sehingga setiap kuputusan harus sesuai dengan kehendaknya.
Perlu diingat, bahwa keberadaan Amerika dan orang-orangnya tidak berbeda dengan keberadaan Fir’aun yang zalim, yang berkata:
مَا أُرِيكُمْ إِلاَّ مَا أَرَى وَمَا أَهْدِيكُمْ إِلاَّ سَبِيلَ الرَّشَادِ
Aku tidak mengemukakan kepadamu, melainkan apa yang aku pandang baik; dan aku tidak menunjukkan kepadamu selain jalan yang benar.” (TQS. Al-Mu’min [40] : 29).
Apa yang sedang dilakukan oleh Amerika dan para anteknya, ujungnya tidak lain adalah kehancuran dan kebinasaan Amerika sendiri dan para anteknya-sebagaimana kehancuran dan kebinasaan Fir’aun dan para pengikutnya-, serta singgasananya; dan kemudian disusul dengan tegaknya peraturan (hukum) yang adil dalam Khilafah Rasyidah yang mengikuti metode kenabian. (pal-tahrir.info, 2/3/2010)




Bookmark and Share

Filed Under:

Anda dapat turut serta menampilkan artikel anda dalam blog ini dengan mengirimkan email ke :

ats.tsaqofah@gmail.com
ats-tsaqofah@telkom.net

Sertakan pula identitas yang jelas. Terimakasih telah mengunjungi ats-tsaqofah.blogspot.com


Leave a Reply